BANDHU, SUHRD MITRAM DAN SAKHA Posted by Shrii Shrii Anandamurti on 2005-02-28 [ print artikel ini | beritahu teman | dilihat 791 kali ]`Eka eva suhrd dharma nidhane api anuyati yah'.
`Dharma adalah satu-satunya suhrd dan selalu bersama sampai akhir.
Yang ketiga adalah ‘mitram’ `Ekakriyam bhavanmitram.'
Orang-orang yang punya pekerjaan yang sama, profesi yang sama, dikatakan sebagai mitram. Ada banyak mitram di dunia ini. Seorang dokter adalah mitram bagi dokter yang lain, seorang advokat adalah mitram bagi advokat yang lain. Kata ‘mitram’ bersifat netral dalam bahasa sansekerta. ‘mitra’, yang bergender maskulin berarti ‘matahari’. Kata ‘mitram’ bergender netral, dipakai dengan makna ‘kolega’.
Keempat adalah ‘sakha’ – ‘sampranah sakha smrtah.’ Di mana kasih itu begitu kuatnya sampai-sampai keduanya seperti identik walaupun tubuh fisik masih tetap
terpisah, ini disebut dengan ‘sakha’. Di dunia ini tidak ada sakha kecuali Parama Purusa. Krsna adalah sakha bagi Arjuna, dan Arjuna adalah sakha bagi Krsna.
Jika orang perlu mengetahui sesuatu maka mereka seharusnya mengetahui hanya yang satu, Ia yang tak pernah meninggalkan mereka. Apakah manfaat dari
mengetahui hal-hal yang lain yang pada akhirnya akan tersingkir dan hilang? ‘Yah gacchati sah agacchati sah gacchati’. Mereka yang datang akan selalu pergi. Jika
sesuatu yang menyakitkan hari ini datang di dalam hidupmu, janganlah terganggu. Demikian juga, jika kesenangan yang datang, janganlah kehilangan kontrol terhadapnya, jangan menjadi egoistik, karena semua yang datang pada akhirnya harus pergi. Kesenangan yang datang tidak akan tinggal selamanya.
Suatu hari, Kaisar Akbar meminta pada Birbal, penasehatnya, mengatakan sesuatu yang membuat orang yang senang menjadi sedih dan yang sedih menjadi
senang. Birbal menjawab, “hari ini pasti akan berlalu.” apapun datang di dunia ini, akan pergi pada suatu saat. Ia satu-satunya, yang tak pernah datang ataupun pergi, selalu hidup bersamamu selamanya. Mereka yang bukan sadhaka akan menjalani kehidupan ribuan kali banyaknya. Sedangkan para sadhaka akan
hidup di dalam keabadian setelah kehidupannya. Parama Purusa akan selalu bersamamu. Artinya, engkau tak pernah sendirian di masa lalu, juga tak akan pernah sendirian di masa yang akan datang. Janganlah lupa bahwa engkau tidak sendirian. Ia yang mengendalikan bintang-bintang di langit selalu bersamu. Ia tidaklah berada jauh di sana. Engkau bukan sesuatu yang jauh dari-Nya. Ia adalah Ayahmu. Jadi engkau hanya perlu tahu yang Satu ini. Siapakah Dia? Dia-lah yang terkasih dan terdekat. Dia-lah yang paling tercinta. Untuk mengetahui-Nya memerlukan pengetahuan yang riil, disebut ‘vijinana’ dalam kitab suci. Di dalam sains, inilah substansi ilmu pengetahuan. Pengetahuan spiritual adalah vijinana yang riil. Inilah pengetahuan yang riil, dan semua yang lain adalah
fatamorgana pengetahuan. Ada dua alasan mengapa demikian. Satu, yang lain itu tidak selalu bersamamu. Jadi pengetahuan tentangnya tidak bermanfaat. Kedua,
walaupun dengan perjuangan keras untuk mengetahui sesuatu, namun kekuatan pikiranmu terbatas, sangat sangat terbatas. Dengan pikiran terbatas itu engkau
tak akan mampu mengetahui sesuatu dengan benar. Namun untuk mengetahui entitas Agung adalah hal lain. Mengetahui-Nya berarti menyatu dengan-Nya; pikiranmu yang kecil menjadi satu dengan-Nya. Jadi mengetahui Dia adalah pengetahuan yang sebenarnya.
`Atmajinanam vidurjinanam jinananyanyaniyani tu;
Tani jinanavabhasani sarasya naeva bodhanat.'
Shrii Shrii Anandamurti
|